Pembukaan MTQ ke-59 Kota Medan: Rico Waas Dorong Syiar dan Penguatan Nilai Al-Qur’an

Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-59 tingkat Kota Medan menjadi momen penting yang tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat syiar Islam dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Acara ini berlangsung di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kecamatan Medan Sunggal, pada malam Sabtu, 11 April 2026, di mana kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan ini.
Rico Waas dan Pembukaan MTQ yang Meriah
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, secara resmi membuka MTQ ke-59 dengan penabuhan beduk yang diiringi oleh Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen, serta para pejabat Forkopimda. Acara pembukaan ini tidak hanya menandai dimulainya perlombaan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kekuatan komunitas dalam menjaga nilai-nilai keagamaan.
MTQ sebagai Sarana Syiar Islam
Dalam sambutannya, Rico Waas menekankan bahwa MTQ bukan sekadar perlombaan, melainkan sebuah peluang emas untuk menyiarkan ajaran Islam. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. Dengan semangat ini, diharapkan generasi muda dapat terinspirasi untuk menjadi qori dan qoriah yang berprestasi, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional.
Menjunjung Tinggi Kualitas Penyelenggaraan
Rico juga menyoroti pentingnya pelaksanaan MTQ yang berlangsung dengan lancar. Ia menginginkan sistem penilaian yang adil dan profesional sehingga mampu menghasilkan peserta terbaik yang dapat menjadi teladan bagi masyarakat. Hal ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas acara agar lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Apresiasi atas Peningkatan Kualitas
Selain itu, Wali Kota Medan memberikan penghargaan atas peningkatan kualitas penyelenggaraan MTQ tahun ini. Baik dari segi penataan lokasi maupun keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari seluruh kecamatan. Keterlibatan UMKM ini menunjukkan dukungan dari berbagai lapisan masyarakat demi kesuksesan acara ini.
Pentingnya Teknologi dalam MTQ
Dalam kesempatan tersebut, Rico juga mengingatkan betapa pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak. Ia menekankan bahwa meskipun teknologi dapat mendukung penyelenggaraan acara, nilai-nilai keagamaan yang terkandung dalam Al-Qur’an harus tetap diutamakan. Hal ini menjadi tantangan bagi generasi muda untuk tetap menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai spiritual.
Tema MTQ ke-59: Membangun Ketaatan
MTQ ke-59 ini mengangkat tema “Membangun Ketaatan yang Hakiki kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya menuju Medan Bertuah”. Tema ini terinspirasi dari Surah An-Nisa ayat 59 yang menekankan pentingnya ketaatan kepada Allah, Rasul, dan pemimpin. Dengan tema ini, diharapkan semua peserta dapat meresapi makna dari ketaatan dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta dan Pelaksanaan MTQ
Koordinator Penyelenggara MTQ ke-59, HM Sofyan, melaporkan bahwa kegiatan ini akan berlangsung dari 11 hingga 18 April 2026. Sebanyak 692 peserta dari 21 kecamatan, termasuk madrasah aliyah negeri dan swasta, akan berpartisipasi dalam berbagai perlombaan. Ini menjadi bukti nyata bahwa MTQ mampu menarik minat banyak kalangan untuk terlibat dalam kegiatan keagamaan.
Pawai Ta’aruf yang Meriah
Acara pembukaan MTQ ini juga diawali dengan pawai ta’aruf yang melibatkan sekitar 11.000 peserta. Pawai ini merupakan simbolisasi semangat dan persatuan dalam menyambut MTQ. Selain itu, terdapat delapan cabang perlombaan yang akan dipertandingkan, meliputi seni baca Al-Qur’an, qira’at, hafalan, tafsir, fahm, syarh, kaligrafi, serta karya tulis ilmiah Al-Qur’an. Setiap cabang memiliki tantangan tersendiri yang tentunya akan menguji kemampuan para peserta.
Pameran dan Bazar UMKM
Selain kegiatan perlombaan, MTQ ke-59 juga dirangkai dengan pameran yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) dan partisipasi dari 21 kecamatan. Bazar UMKM juga diadakan, di mana 112 pelaku usaha turut berpartisipasi dengan dukungan dari Pemerintah Kota Medan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk mempromosikan produk mereka, tetapi juga meningkatkan perekonomian lokal.
Manfaat MTQ bagi Masyarakat
MTQ ke-59 Kota Medan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Beberapa manfaat yang dapat dirasakan antara lain:
- Peningkatan pemahaman tentang Al-Qur’an dan ajaran Islam.
- Pengembangan bakat dan potensi generasi muda dalam bidang keagamaan.
- Peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan.
- Memperkuat tali persaudaraan antar kecamatan dan komunitas.
- Memfasilitasi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk mereka.
Dengan berbagai rangkaian acara yang telah disiapkan, diharapkan MTQ ke-59 Kota Medan dapat berjalan dengan sukses dan memberikan kontribusi yang berarti bagi penguatan nilai-nilai keagamaan di masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga sebagai momen refleksi dan penguatan iman bagi setiap individu yang terlibat.
