Fakta Mengejutkan: Ayatollah Khamenei Menemui Ajalnya oleh AS-Israel saat Membaca Al-Qur’an

Penemuan baru yang mengguncang dunia internasional telah terungkap. Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin spiritual Iran, ditemukan telah menemui ajalnya dalam serangan gabungan oleh Amerika Serikat dan Israel. Menurut pengakuan putra Khamenei, Ayatollah Mojtaba Khamenei, ayahnya sedang membaca kitab suci Al-Qur’an saat serangan itu terjadi.
Janji Mojtaba Khamenei sebagai Penerus
Mojtaba Khamenei, sebagai penerus kepemimpinan ayahnya, menegaskan komitmen untuk melanjutkan perjuangan Iran di jalur yang benar. Ia berjanji bahwa Iran akan tetap setia pada prinsip-prinsip mereka dan menunjukkan solidaritas dalam menghadapi tantangan ini.
Lebih jauh lagi, Mojtaba menekankan pentingnya persatuan nasional dan tekadnya untuk memberikan yang terbaik bagi negara. Maka, komitmen ini menggambarkan aspirasi Mojtaba untuk menjadikan Iran sebagai negara yang kuat dan bersatu.
Kepergian Ayatollah Ali Khamenei
Dalam sebuah pidato emosional, Mojtaba mengungkapkan kesedihannya atas kepergian ayahnya. “Kau selalu berdoa untuk takdir seperti ini, dan akhirnya Allah Yang Maha Kuasa mengabulkannya saat kau sedang membaca Al-Qur’an di pagi hari kesepuluh bulan Ramadan yang penuh berkah,” kata Mojtaba, menggambarkan betapa mendalamnya kehilangan ini bagi keluarga dan bangsa Iran.
Serangan yang Memicu Perang
Serangan gabungan AS dan Israel yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei terjadi pada hari pertama serangan mereka ke Teheran, tepatnya pada tanggal 28 Februari. Serangan ini memicu perang yang meluas di Timur Tengah, menunjukkan dampak yang signifikan dari tindakan ini.
Iran, sebagai respons, membalas serangan tersebut. Ini menunjukkan keteguhan hati negara ini dalam melawan agresi tak adil dari AS dan Israel.
Perjuangan Iran Melawan Musuh
Mojtaba dengan bangga menceritakan bagaimana Iran berhasil melawan musuh-musuhnya, termasuk AS dan Israel. Menurutnya, pejuang Iran telah berhasil menghalang jalan musuh dengan serangan mereka dan menghancurkan ilusi mereka untuk mendominasi Iran.
Saat serangan terjadi, Mojtaba berada di lokasi dan menyaksikan sendiri kematian ayahnya. Mojtaba mengungkapkan bahwa serangan itu juga merenggut nyawa beberapa anggota keluarganya, termasuk istrinya, salah satu saudara perempuannya, keponakannya, dan suami dari saudara perempuannya yang lain.
Kesaksian Mojtaba
Mojtaba merasa terhormat bisa melihat jenazah ayahnya setelah kemartirannya. Ia menyebut ayahnya sebagai “gunung keteguhan hati” dan menambahkan bahwa “kepalan tangannya yang utuh telah terkepal.”
Mojtaba menegaskan bahwa Iran akan membalas dendam atas semua orang yang tewas dalam serangan tersebut. Ia meyakinkan rakyatnya bahwa setiap korban yang menjadi martir oleh musuh akan dihargai dan akan ada pembalasan atas tindakan itu.
Seruan Mojtaba untuk Pembalasan
Ia juga menyebutkan bahwa mereka tidak akan tinggal diam atas kematian anak-anak sekolah dasar putri di Minab yang juga menjadi korban serangan tersebut. Mojtaba menekankan bahwa setiap kasus pembunuhan oleh musuh memiliki tempat khusus dalam proses pertanggungjawaban mereka.
Klaim Donald Trump Tentang Mojtaba Khamenei
Presiden AS, Donald Trump, mengklaim bahwa Mojtaba mungkin sudah tewas dalam serangan AS dan Israel. Sehingga, dia mendesak Iran untuk menyerah dan mengakhiri perang. Trump juga menambahkan bahwa dia tidak yakin apakah pemimpin Iran itu masih hidup dan bahwa Iran sedang mencari negosiasi, tetapi dia belum siap untuk membuat kesepakatan.