BGN Cegah Hoaks untuk Mempertahankan Kepercayaan Program MBG yang Kuat

Dalam dunia yang semakin terhubung, penyebaran informasi terjadi dengan sangat cepat. Namun, di balik kemudahan ini, muncul tantangan serius berupa hoaks dan misinformasi yang dapat merusak kepercayaan publik terhadap berbagai program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Badan Gizi Nasional (BGN) menyadari perlunya langkah proaktif untuk mencegah hoaks dan menjaga reputasi program ini. Dalam sebuah rapat koordinasi di Bekasi, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, memaparkan strategi komunikasi krisis yang dirancang untuk menghadapi tantangan ini.
Pentingnya Strategi Komunikasi Krisis
Dalam konteks pelaksanaan MBG yang melibatkan banyak pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah, tantangan yang dihadapi BGN kompleks. Risiko hukum, persepsi publik yang beragam, serta potensi munculnya misinformasi menjadi isu yang harus diatasi. Hida menegaskan bahwa komunikasi publik tidak hanya sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kredibilitas dan legitimasi program.
“Di era digital ini, informasi dapat menyebar dalam hitungan detik, dan hoaks serta persepsi negatif dapat muncul tanpa peringatan,” ungkap Hida. Oleh karena itu, komunikasi yang cepat, akurat, dan responsif menjadi pondasi utama dalam menjaga reputasi MBG.
Strategi Pengendalian Isu yang Terintegrasi
BGN telah mengembangkan pendekatan yang komprehensif dalam pengendalian isu dan komunikasi krisis. Respons terhadap publik dilakukan secara real-time, dengan penyesuaian terhadap karakteristik masing-masing platform media sosial. Analisis terhadap percakapan publik menunjukkan bahwa Instagram cenderung menghadirkan sentimen positif, sedangkan platform X lebih banyak menampilkan percakapan yang kritis. Hal ini mendorong BGN untuk mengadaptasi strategi komunikasinya sesuai dengan kanal yang digunakan.
“Setiap platform memiliki tantangan yang berbeda. Kami berupaya untuk menjaga sentimen positif sambil siap merespons isu atau opini yang sedang berkembang. Dengan demikian, pesan yang disampaikan tetap kredibel,” jelas Hida.
Penguatan Peran Komunikasi
Sebagai bagian dari strategi ini, BGN menekankan pentingnya peran komunikasi sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya. Tujuan utamanya adalah mengurangi tingkat misinformasi, memastikan bahwa semua pesan yang disampaikan berbasis data yang valid, serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak nyata dari program MBG.
- Menjaga akurasi informasi
- Melibatkan masyarakat dalam dialog terbuka
- Menggunakan data untuk mendukung pesan
- Menanggapi isu dengan cepat dan transparan
- Memperkuat reputasi program melalui komunikasi yang efektif
“Komunikasi yang kredibel tidak hanya dapat menenangkan publik, tetapi juga mampu membangun partisipasi yang nyata. Dengan informasi yang tepat dan transparan, masyarakat bisa menilai sendiri manfaat dari program MBG,” tambah Hida.
Analisis dan Antisipasi Ancaman
BGN menggunakan alat analisis seperti SWOT dan PESTLE untuk memahami dan mengantisipasi ancaman yang mungkin muncul dalam komunikasi, termasuk perubahan algoritma media sosial, dinamika politik, serta perubahan cepat dalam persepsi publik. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan bahwa seluruh unit komunikasi di BGN tetap sejalan, siap beradaptasi, dan dapat menghadapi krisis kapan saja.
“Mengantisipasi hoaks bukan hanya sekadar menentang berita palsu. Ini lebih tentang membangun sistem komunikasi yang tangguh, responsif, dan terintegrasi. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap MBG dapat tetap terjaga,” tutup Hida.

